Persiapan Belajar Bahasa Korea ala Boneka Badut

Belajar bahasa Korea mulainya dari mana ya?

Mencari materi belajarnya di mana ya?

Perlengkapan yang menunjang untuk belajar bahasa Korea di rumah apa sih?

Pernah enggak sih kalian bertanya-tanya hal itu? Kalau saya sih pernah. Sampai-sampai hampir setiap hari googling buat cari jawaban dari segala pertanyaan itu. Mulai dari cari ebook, buku fisik, materi, dan juga atk yang menunjang untuk belajar bahasa Korea.

Kali ini saya mau menceritakan hasil “pencarian” saya selama ini. Mungkin akan terkesan “iklan” tapi ini sama sekali bukan endrose, hanya sekedar pengalaman pribadi. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang belajar bahasa Korea atau sedang mencari study stuff yang nyaman “dikantong”.

Materi Bahasa Korea dapat dari mana?

Saya belajar bahasa Korea dari berbagai media, diantaranya buku fisik, ebook, web/blog, dan media sosial lainnya.

Untuk buku fisik saya memakai buku 세종 한국어 1 (Sejong Hangugeo 1). Buku ini dilengkapi dengan CD audio. Materi buku ini dari dasar yaitu huruf Hangeul. Terdiri dari 12 bab dan 2 bab terakhir itu latihan keseluruhan bab.

Bahan kertas buku ini mirip dengan majalah namun permukaannya masih bisa ditulis dengan pensil dan dapat dihapus tanpa merusak permukaan kertas. Ada gambar-gamar menarik dan juga berwarna jadi bikin semangat belajar. Bagi saya buku ini sangat praktis dan nyaman. Namun, buku ini bahasa pengantarnya bahasa Korea jadi menurut saya akan sulit bagi pemula yang tidak dibimbing oleh tutor.

Saya dapat buku ini dari tempat les dulu dan buku ini memang tidak dijual di Gramedia maupun Tmbook Store. Tapi kalian bisa beli buku ini di yes24.co.id. Harganya bagi saya lumayan bikin sedih kantong, tapi termasuk murah dibanding buku bahasa korea lainnya yang asli Korea.

Selain buku fisik, saya juga download ebook. Ebook yang saya pakai itu Bahasa Korea Terpadu untuk Orang Indonesia. Terdiri dari 6 level, sama seperti buku King Sejong sebelumnya. Seperti judul bukunya, bahasa pengantarnya bahasa Indonesia. Berwarna dan penuh gambar juga, ada tips-tips jadi sangat menarik dan bermanfaat. Banyak kosakata dan latihan, untuk materi grammar lebih banyak di ebook ini dibanding buku King Sejong, untuk buku 1 nya ya. Tiap level terdiri dari 2 buku, 1 buku tentang penjelasan materi dan beberapa soal lalu 1 buku lagi khusus untuk soal latihan. Ebook ini juga dilengkapi audio. Dalam belajar bahasa Korea, audio itu penting sekali karena pengucapan dan romanisasi itu suka beda. Selain itu ada hukum-hukum pengucapan Hangeul yang juga tidak boleh dipandang sebelah mata.

Kalian bisa download ebook Bahasa Korea Terpadu untuk Orang Indonesia di ebook.kf.or.kr .

Sebagai pemula tentu saya suka enggak langsung paham sama materi yang dijelasin di buku. Lalu apa yang saya lakukan? Googling. Saya mencari web maupun blog yang cocok untuk saya belajar, ada dua web langganan saya yaitu:

SEOULINA

Bahasa pengantar web ini bahasa Indonesia. Materi dijelaskan dengan lengkap dan tersusun rapi jadi enak untuk menjelajahinya.

Talk To Me In Korean

Bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Materi di web ini bisa kita unduh. Penjelasannya simple dan praktis.

Kamusnya pakai apa?  Saya pakai aplikasi Naver Dictionary&Translate. Korean-English dan sebaliknya. Kata seorang teman, lebih baik pasang app kamus online dibandingkan  offline karena lebih akurat.

Manusia perlu partner dalam belajar bukan?  Selain media belajar itu saya juga ikut dalam LINE Square yang berbau tentang bahasa Korea. Tujuannya supaya ada teman belajar, saling diskusi. Kalau bisa, mungkin punya teman yang lebih dulu belajar bahasa Korea, kalian bisa sesekali minta tolong teman kalian untuk belajar bersama. Saya punya senior yang lebih dulu belajar bahasa Korea, saya suka chat dia atau paling tidak dua minggu sekali belajar bersama dengannya. Lebih serunya, beberapa teman juga mulai tertarik belajar bahasa Korea jadi kami suka bertemu untuk belajar bersama.

Setelah mendapatkan materi belajar bahasa Korea, langkah selanjutnya adalah mempelajarinya. Tiap orang punya gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang cukup dengan membaca saja, ada yang harus mencatat ulang, ada yang lebih suka menonton video. Saya ini tipe yang tidak cukup hanya dengan membaca. Saya harus menelaah materi yang saya baca lalu saya compare dengan bahasa Jepang (bahasa asing yang lebih dulu saya pelajari), setelah itu saya tulis di buku catatan.

Berikut alat-alat penunjang yang saya pakai untuk belajar :

1.Pensil mekanik dan Isi pensil

Saya pakai pensil mekanik 0.5 (pensil yang umum dijual di Indonesia). Dari ketiga pensil ini saya lebih suka yang pensil mekanik tri click 0.5 faber castell bukan karena merknya tapi karena bentuk pensil mekanik ini saat dipakai lebih nyaman di jari saya. Pensil ini saya beli waktu kuliah, saya beli di fotokopian terdekat seharga Rp 7.000,-. Harganya lebih murah dibanding beli di toko buku ternama, kalau enggak salah harganya sekitar Rp 10.000,-. Tapi senior saya menyarankan untuk pakai pensil mekanik 0.3, agar lebih terlihat goresannya. Saya belum ketemu pensil mekanik 0.3 yang harganya pas dikantong saya.

Selain pensil mekanik 0.5, saya juga punya pensil mekanik 0.7. Isinya kaya pensil kayu biasa. Pensilnya lucu, ada rautannya di bagian atas. Selain itu isi pensilnya juga warna warni.

Isi pensil yang saya digunakan merk faber castell 2B 0.5 dan Pentel 2B 0.5. Secara pribadi saya lebih suka yang pentel. Dan untuk isi pensil mekanik yang 0.7 saya pakai merk Joyko karena hanya ada itu di TMBook Store. Untuk harga saya lupa pastinya berapa, tapi dibawah Rp 10.000,-/pcsnya.

 

2. Pupen Hitam

Pulpen tinta hitam tentu pulpen yang wajib dimiliki. Pulpen saya ada dua macam, gel maupun yang biasa. Yang gel ini saya beli di shopee Alat Tulis Senang dengan harga Rp 6.000,-/pcs. Bentuknya kumamon semua karena saya suka kumamon, heheheh. Ukurannya enggak terlalu tebal. Sedangkan pulpen hitam Alligator R7 seharga Rp 3.000,-. Designya saya suka karena praktis. Di jaripun nyaman dan saat dipakai juga enak. Pulpen ini saya beli di TMBooks Store Detos, Depok.

 

3.Pulpen Warna

Saya ada tiga jenis pulpen warna. Yang warna biru dan merah Standard AE7 Alfa Tip 0.5, pulpen yang biasa dijual di tukang fotokopian. Harganya kalau tidak salah Rp 4.000,-/pcs. Pulpen yang juga wajib ada di tempat pensil saya.

Yang kedua itu merk Zebra Penciltic, cuma punya warna orange. Beli di toko Anen (Pasar Minggu) waktu kuliah dulu, harga Rp 4.000,-/pcs. Seperti pada gambar, hasil goresannya tidak seperti pulpen biasa, mirip dengan spidol yang bisa tembus di kertas. Karena itu saya hanya punya 1.

 

Yang ketiga, pulpen warna favorite saya saat ini. Round Stic EZ 0.7, hasil goresan seperti pulpen biasa, tidak basah dan tembus. Sebenarnya ada beberapa warna lainnya tapi untuk saat ini saya hanya perlu tiga warna ini. Harga juga wajar hanya Rp 3.000,-/pcs. Saya beli ini di TMBook Store.

 

4.Corrrection Tape dan Penghapus

Ini corrrection tape saya beli di toko Anen, corrrection tape yang ada refillnya jadi kalau habis tinggal beli refillnya saja. Harganya berapa ya? Saya lupa, sudah lama banget ini belinya. Untuk Penghapus saya pakai faber castell tapi kemarin saya beli Kenko. Segede ini Cuma Rp 2.500,- tapi untuk kualitas belum dicoba sih.

 

5.Buku Catatan

Saya lebih suka plain note dibandingkan yang bergaris karena lebih leluasa saja saat mencatat. Saya nemu sebuah notebook yang bentuknya persegi di TMBooks Store, dan itu unik bagi saya. Harganya kalau enggak salah Rp 7.000,-/pcs tapi sejak beberapa bulan lalu stock bukunya belum ada lagi. Akhirnya kemarin saya beli isi file Big Boss yang plain isi 100lembar seharga Rp 10.500,-.

 

 

6.Tempat Pensil

Benda wajib yang dipunya supaya alat tulis enggak berserakan. Untuk tempat pensil meja, saya beli di TMBooks Store, ini harganya kalau tidak salah enggak sampai 40 ribu atau Cuma 27 ribuan gitu. Karena sudah penuh dengan stationary lain jadi khusus pulpen dan pensil saya taruh di bekas gelas yang ada gambar Suganya. Ini gelas waktu acara pameran Eternal Suga, sayang kalau dibuangkan. Tinggal tambahin pita silver (karena adanya warna itu) jadi deh.

Untuk tempat pensil yang dibawa-bawa, saya ada dua. Yang warna biru tua dan hitam itu beli di pasar Lenteng Agung, harganya sekitar 30 ribu. Suka sama design tempat pensilnya, bukan gambarnya. Lalu yang kedua itu simple tempat pensilnya, Cuma satu katong dan ini juga dikasih sama Obake-san. Sengaja di kasih yang kucing matanya beda mirip Akashi di anime kuroko no basuke. Kata Obake-san, “sesuai sama lu, sama-sama gila”. Tapi akhir-akhir ini saya lebih sering pakai yang ungu itu karena simple dan lucu.

 

7.Papan tulis / Papan

Papan tulis sangat berguna buat kalian yang mau nullis target belajar atau sekedar untuk corat coret Hangeul yang sifatnya sementara. Kalian bisa hapus dan tulis hal lain sesuka hati kalian. Saya punya papan tulis mini yang saya beli di TMBooks Store dengan harga Rp 33.000,-.

Selain papan tulis, enggak ada salahnya kalian buat papan sendiri di kamar. Biar bisa nempel-nempel catatan-catatan penting atau foto bias (eh?). Media yang saya pakai itu styrofoam yang saya temple di dinding dengan double tape. Sebelumnya saya alasi dulu dinding kamar saya dengan sampul plastic gulung yang saya solasikan ke dinding, jadi doubletapenya kena di plastic itu, bukan di dinding. Stereform saya beli di tukang fotokopian seharga Rp 7.000,- / pcs. Lalu paku-pakunya saya beli di toko Anen seharga Rp 3.000,-/pcs kalau di TMBooks Store kemarin saya lihat Rp 4.000,-, saya lupa perpcsnya isi berapa.

 

8.Stick Note

Stick note itu penting juga lho buat penanda buku atau sebagai note tambahan di catatan kalian. Untuk stick note saya hanay punya satu ukuran tapi warna warni. Sekotak ini harganya Rp 10.000,- cukup murah dibanding stick note yang lain.

Setelah punya bahan materi dan alat, apa lagi yang harus dilakukan?

BELAJAR

Kata yang enggak asik untuk dibaca maupun didengar ya.

Untuk belajar bahasa asing yang hurufnya bukan huruf alphabet tentu yang pertama kali harus dipelajari hurufnya.

Kak aku sudah belajar Hangeul dari kapan tahu tapi kok enggak hafal-hafal ya?

Kak belajar Hangeul gimana?

Kak emang harus banget ya belajar Hangeul?

HARUS BANGET belajar Hangeul karena huruf yang mereka pakai itu Hangeul. Belajar Hangeul ya tentu belajar cara nulisnya dan pelafalannya. Banyak latihan menulis dan membaca. Huruf Hangeul itu MUTLAK di hafal layaknya huruf hiragana dan katakana pada bahasa Jepang.

Buat kalian yang pernah belajar bahasa Jepang, pasti merasa lebih “enak” untuk belajar bahasa Korea juga. Kenapa? Karena konsep grammar mereka mirip. Buat yang belum pernah belajar bahasa Jepang, pasti cukup kaget sama konsep grammarnya bahasa Korea yang memang berbeda dengan konsep grammarnya bahasa Indoensia. Tapi ada beberapa teman yang membandingkan konsep grammar bahasa Korea dengan bahasa Inggris, mungkin kalian bisa coba ini.

Jangan lupa buat target, misal dua minggu hafal Hangeul. Kalau sudah hafal Hangeul kalian mulai belajar grammar dan memperkaya vocab. Buku maupun media belajar yang saya sampaikan di atas itu tidak memakai romanisasi. Jauhi media belajar yang masih memakai romanisasi, apa lagi untuk pemula, itu sama saja pembodohan menurut saya. Kalian jadi dimanja untuk tidak mengingat Hangeul.

Belajar itu juga enggak bisa seminggu langsung lancar bahasa Korea, alias engga bisa instan. Jadi semua perlu proses. Dan proses itu akan berefek jika dilakukan secara rutin. Misal setiap hari belajar 1 pola grammar, itu lebih baik dibandingkan sebualn sekali tapi 10 grammar sekaligus.

Bangun mood belajar dengan lagu atau hal lain yang kalian SUKA. Misal kalian tipe orang yang akan nyaman fokus terhadapan kegiatan kalau sambil minum kopi, ya buat kopi lalu belajar sambil ditemani kopi itu.

Atau kalian bisa cari tempat yang nyaman untuk belajar. Misal di area UI Depok, banyak spot nyaman yang bisa dipakai untuk tempat belajar. Saya sesekali ke sana bersama teman untuk belajar.

Enaknya punya teman belajar itu bisa untuk latihan percakapan juga. Jadi kalau materi sudah ada, alat-alat sudah ada, kalian tinggal cari teman belajar. Semangat ya!

Oh ya satu lagi, manfaatkan INTERNET semaksimal mungkin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s