Boneka Badut Akhirnya Lulus JLPT N4 Juga

Proses tidak akan menghianati hasil.

 

N4 memang bukan suatu hal yang “wah” karena masih taraf basic, tapi bagi gue ini “wah”!

Pertama kali gue ikut JLPT itu saat masih kelas XI SMK. Tentunya JLPT N5, pengalaman pertama dan sampai sekarang tidak tahu hasilnya lulus atau tidak karena di tahun itu pengumuman lulus/tidaknya belum secara online. JLPT pertama masih grogi banget, tegang, keringet dingin dan masih banyak kesalahan yang gue rasakan. Bahkan pas listening, percakapannya masih untuk contoh gue mengira sudah soal nomor 1. Jadi gue juga enggak terlalu penasaran dengan hasil JLPT pertama gue.

Tahun 2012 gue lulus SMK dan masuk ke universitas swasta yang biasa saja dengan prodi (program studi) yang enggak gitu biasa. Melenceng dari “bahasa” apalagi bahasa Jepang. Tapi gue masih bertahan untuk belajar bahasa Jepang. Apa lagi di kampus gue itu ada UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Japanese Zone, gue merasa Tuhan memberikan jalan untuk gue tetap belajar bahasa Jepang. Di UKM itu gue ikut kelas bahasanya, ya walau dari awal lagi enggak apa-apa.

Pengurus UKM itu memiliki program kerja anggota kelas bahasa untuk ikut ujian JLPT, dan biaya ditanggung UKM. Tahun 2013 bulan Juli, gue ikut JLPT N5 lagi dengan biaya dari UKM. dan puji Tuhan lulus. Akhirnya merasakan sertifikat JLPT.

Namun, di masa-masa itu semangat gue mulai turun. Karena kesibukan di UKM yang tidak berhubungan dengan bahasa Jepang dan lebih ke organisasinya, dan juga mata kuliah yang semakin menggila. Sehingga di tahun 2014, gue absen enggak ikut JLPT.

Tapi lagi-lagi Tuhan memberikan jalan. Gue diperdekatkan dengan Kuma-san, kouhai gue di Baka Danger. Kami sama-sama bukan anak sastra atau bahasa Jepang tapi kami ingin meneruskan belajar bahasa Jepang. Kita berduapun beberapa kali bertemu untuk belajar bahasa Jepang bareng. Bahkan pernah juga ke rumah Koara-san, kouhai gue juga yang kuliah di jurusan pendidikan bahasa Jepang untuk minta bimbingan dan referensi buku.

Tahun 2015 bulan Desember, gue dan Kuma-san ikut JLPT. Gue akui, masih banyak banget grammar yang belum gue kuasai karena kemalasan gue dan ya hasilnya kita berdua enggak lulus. Kalian bisa baca di postingan gue yang berjudul Hasil Nihongo Nouryoku Shiken Desember 2015.

serius-gue-lulus-jlpt-n4Dan seperti kalimat penutup dipostingan Hasil Nihongo Nouryoku Shiken Desember 2015 , di tahun 2016 gue dan Kuma-san ikut JLPT lagi. Puji Tuhan gue lulus!!!  Tapi sayang, Kuma-san belum lulus. Kurang 1 point, tahun 2015 gue enggak lulus kurang 2 point. Tapi Kuma-san harus tetap semangat, harus lanjut terus!

Di JLPT tahun 2016, untuk kanji dan pola kalimat maupun dokkai lebih mudah dibanding tahun 2015. Tapi listeningnya gue pengen nangis. Gue rada pesimis dengan hasilnya, tapi gue mencoba positif thinking dan selalu berdoa sama Tuhan supaya diberikan mujizat dan terjadilah seperti yang Tuhan kehendaki.

Gue cuma mau bilang ke kalian, kalau kalian gagal jangan nyerah. Coba lagi kaya minum *le-*le, gosok terus sampai dapat hadiahnya. Tuhan selalu punya rencana baik untuk kita, karena Tuhan Maha Baik. Kegagalan adalah hal biasa dalam hidup, gue mulai bisa ikhlas dari kegagalan itu tahun 2015, saat gue enggak lulus N4. Gue kecewa dan sedih tapi dijadikan motivasi untuk belajar lebih giat. Tahun ini, gue akan coba ikut N3. Gue tahu kemungkinan gue lulus N3 enggak lebih dari 10% tapi kalau mau nunggu siap 100% mau sampai kapan?

Habisin dulu jatah gagalnya di masa muda. 🙂

untitled

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s