Mengapa Saya Memilih Bahasa Jepang Sebagai Bahasa Kedua?

1

Sejak kecil saya hobi menonton kartun dan membaca komik Jepang. Saya juga suka dengan soundtrack kartun. Dan saat SMP saya mulai mengenaili band-band Jepang seperti The Gazette, Laruku, An Café, dll. Sejak SMP pula kakak saya mulai mengkoleksi drama Jepang dan tentunya saya juga ikut menontonnya. Dan saya menyukainya karena drama Jepang banyak yang bergenre tentang persahabatan, kehidupan, dan juga detektif yang “romance” tidak menonjol.

Dari situlah mulai ada rasa penasaran mengenai bahasa Jepang. Saya ingin tahu arti dari lirik lagu band favorit saya. Saya ingin tahu sapaan sehari-hari orang Jepang seperti yang ada di drama. Sejak itu saya mulai suka bahasa Jepang.

Terlebih lagi saat SMK, saya mulai  mendatangi festival Jepang yang ada di Jakarta. Bahkan sampai sekarang saya juga masih suka dengan karakter-karakter anime. Bahkan list lagu di handphone pun kebanyakan lagu bahasa Jepang. Lagu bahasa Jepang juga dapat membantu kita dalam belajar bahasa Jepang lho.

 

2

Saya mempunyai kelemahan, salah satunya bahasa Inggris. Ya, bahasa asing yang saya pelajari sejak bangku Sekolah Dasar adalah kelemahan saya. Karena itu saya berpikir untuk mencari bahasa asing lain yang harus saya pelajari untuk menutupi kelemahan saya itu. Dan bahasa asing itu adalah bahasa Jepang.

Karena sudah suka dengan budayanya dan suka dengan bahasanya maka belajar bahasa Jepang menjadi sebuah kesenangan dalam hidup. Belajar bahasa Jepang bukan sebagai beban tapi sebagai pelepas penat.

Selain itu pelafalan bahasa Jepang sangat nyaman bagi orang Indonesia. Dan pelafalan itu yang membuat saya tidak begitu suka bahasa Inggris. Hehehe. Mungkin ini aneh, tapi salah satu hal yang membuat saya semakin niat belajar bahasa Jepang adalah Kanjinya. Kanji memang sulit tapi Kanji itu sangat keren.

3

Bukan hanya bahasa Inggris yang ada ujiannya, bahasa Jepang pun ada. Biasa dikenal dengan sebutan JLPT (Japanese Language Proficiency Test). JLPT ini bukan hanya diadakan di Indonesia tapi diadakan di berbagai dunia termasuk di Jepang sendiri. Sertifikat JLPT ini diakui dunia (internasional) sama halnya dengan TOELF.

Sebenarnya ujian kemampuan bahasa Jepang bukan hanya JLPT saja tetapi yang sering digunakan sebagai syarat melamar kerja atau beasiswa adalah sertifikat JLPT. JLPT terbagi menjadi lima level dengan level 5 adalah level terendah (basic). Penyebutan level dalam JLPT adalah N1, N2, N3, N4, dan N5. N disini adalah singkatan dari Noken yang merupakan singkatan dari Nihongo Nouryokushiken (bahasa Jepangnya JLPT).

Biaya JLPT di Indonesia juga sangat terjangkau. Jauh lebih murah dibandingkan ujian kemampuan bahasa asing lainnya. Berikut rincian biaya ujian JLPT tahun 2016 :

Level N1 : Rp 160.000,-

Level N2 : Rp 130.000,-

Level N3 : Rp 110.000,-

Level N4 : Rp  90.000,-

Level N5 : Rp  80.000,-

+ Biaya Formulir : Rp 20.000,-

Di Indonesia sendiri, JLPT diadakan di berbagai kota bukan hanya di Jakarta saja. Dan kabar baiknya, mulai tahun 2017 untuk daftar JLPT bisa via online. Jadi kalian tidak perlu ke tempat pendaftaran yang mungkin jauh dari rumah tinggal kalian mulai tahun ini. Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi situs resmi JLPT di sini http://www.jlpt.jp/e/ .

 

4

Untuk hal ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi ya. Semakin banyak perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Tentu ini peluang baik bagi pembelajar bahasa Jepang karena orang Jepang juga kurang pandai dalam berbahasa Inggris. Mereka sulit untuk melafalkan bahasa Inggris, tidak seperti orang Indonesia yang lebih mudah melafalkan bahasa Inggris. Terlihat dari banyaknya kata serapan bahasa asing salah satunya bahasa Inggris ke bahasa Jepang, dan ditulis dengan Katakana.

 

5

Sejarah akan tetap menjadi sejarah yang tak boleh dilupakan namun masa depan tetaplah harus menjadi lebih baik. Itulah yang saya lihat dari kondisi hubungan Indonesia dengan Jepang saat ini. Walau memiliki sejarah dengan hubungan yang “buruk” namun di masa kini hubungan Indonesia dan Jepang baik.

Hubungan baik ini membuat banyak peluang baik untuk orang Indonesia yang ingin kuliah di Jepang atau magang di Jepang. Kuliah di Jepang melalui beasiswa Monbukagakusho, beasiswa yang ditawarkan oleh kedubes Jepang di Indonesia. Bisa kalian lihat di sini http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html .

Tulisan ini bukan berarti jika bahasa asing lain seperti bahasa Inggris, Jerman, Mandarin dan lainnya tidaklah baik. Tentu setiap bahasa asing memiliki “peluang”nya sendiri-sendiri. Sebenarnya saya ingin mengajak teman-teman untuk mulai mencari bahasa kedua atau mungkin bahasa ketiga kalian. Kenapa? Karena dengan kemampuan bahasa asing sangat menguntungkan. Jangan beralasan tentang usia atau jurursan kuliah. Usia saya sudah 20 tahun lebih dan latar belakang pendidikan saya adalah pendidikan matematika. Yang terpenting adalah kesadaran untuk berkembang dan menambah skill baru.

Bagaimana? Sudah memutuskan akan belajar bahasa asing apa?

Iklan

2 Replies to “Mengapa Saya Memilih Bahasa Jepang Sebagai Bahasa Kedua?”

  1. Waah saya sependapat dengan kamu.
    Dari kecil saya suka Anime, sampai sekarang kuliah pun masih tergila gila sma Anime.. Ngoleksi Anime, ost. Anime ,suka budaya jepang, bahkan bahasa nya juga membuatku tertarik utk mempelajarinya. Setiap ada event jejepangan sya jg gk pernah absen.
    Iya saya setuju , mempunyai kelebihan bisa bhs asing sngat diperlukan, sma dg mu, sya jg lemah pd bhs inggris, cenderung sya gk suka bhs inggris. Ini jg masih belajar bhs jepang secra otodidak. Msih sdikit nyesel jg, dlu ingin bgt ngambil jurusan sastra jepang, tp tdk direstuin ortu. Yah mngkin takdirnya sya di pendidikan biologi .
    Maaf sya jd curhat .. ごめなさい。。🙇
    Mariii teruss semangat belajar bahasa Jepang. がんばります!!! 💪
    ありがとうございます😃

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s