Kutemukan Cinta di Toko Buku

Judulnya berasa kaya FTV disiang bolong ya. Finally! Saya menemukan cinta. Tapi sayangnya bukan dengan seseorang tapi dengan suatu benda mati tapi bermakna dihidupku.

Akhir bulan September, seperti biasa saya membukan akun sosial yaitu Facebook untuk mencari tahu info komik inceran saya yang akan terbit. Tentunya komik yang saya cari adalah Chocolate Magic karya Mizuho Rino. Dan benar saja, komik itu terbit di akhir september. Selain kabar bahagia itu, ada lagi kabar yang membuat hati berbunga-buang. Bazar komik di Gramedia Depok, 3 komik hanya 10 ribu. Ulalala~ Rasanya ingin bernyanyi sambil joget-joget ala cacing disiram air garam. Puji Tuhan, saya masih ada uang simpanan walau hanya 100 ribu dan itu untuk jaga-jaga juga selama beberapa bulan ini. Karena saya sudah menjadi pengangguran dan belum mencari kerja.

Rabu, 5 Oktober 2016 saya dan Wanita Rembulan janjian di kampus untuk mengurus tanda tangan penguji skripsi dan mengambil foto wisuda. Dalam perjalanan menuju kampus, saya naik angkutan kota. Dan jalur angkutan kota itu memang melewati rel kereta api dua jalur dekat stasiun Pasar Minggu. Saat angkutan kota yang saya tumpangi berada di tengah rel, ada kereta yang datang dari arah Bogor menuju Jakarta. Itu kereta benar-benar sudah sangat dekat. Saya sempat blank beberapa detik. Tidak ada suara peringatan apapun, dan palang penutup jalan pun tidak diturunkan oleh petugas. Puji Tuhan, sang supir tahu sehingga dia mempercepat lajunya. Setelah angkutan kota yang saya tumpangi selesai menyebrang dan sebuah mobil pribadi di belakang angkutan kota tersebut juga sudah menyebrang, barulah palang ditutup. Benar-benar mujizat. Saya kira, itu sudah akhir dari saya. Benar-benar mengerikan. Hal ini bukanlah kelalaian pengguna jalan, tapi kelalain petugas. Bahkan kereta tersebut sampai membunyikan klakson saat angkutan kota yang saya tumpangi sudah di tengah rel. Seisi angkutan kota marah-marah alias ngedumel ke petugas palang pintu kereta, termasuk sang supir yang memaki sang penjaga tersebut. Saya hanya bisa berdoa dan mengucap syukur di dalam hati karena itu benar-benar sangat menakutkan. Tepat di depan muka rasanya itu kereta. Arahnya pas dengan saya menghadap ke depan. Tuhan, terima kasih Engkau masih memberi saya kesempatan hidup untuk memperbaiki diri.

Setelah urusan di kampus selesai, kami berdua meluncur ke Gramedia Depok untuk berburu komik. Karena kami membawa skripsi masing-masing, kami pun menitipkan barang di Gramedia Depok, lalu ke lantai atas sebentar untuk lihat-lihat buku dan cek harga. Sebenarnya karena enggak enak kalau cuma nitip barang lalu langsung ke basement tempat bazar buku tersebut.

boneka-badut-3-komikSesampainya di basement Gramedia Depok, saya merasa sangat bahagia. Melihat banyak tumpukan komik dan novel serta buku lainnya, benar-benar terasa seperti di tempat yang membuat kita terbuai. Saya sibuk mencari komik oneshoot sedangkan Wanita Rembulan yang tidak begitu tertarik dengan komik pun mencari komik Conan karena mumpung 3 komik hanay 10ribu. Cukup lama saya memilih komik karena jarang sekali komik oneshoot di bazar kali ini. Ada sih oneshoot tapi ceritanya kebanyakan terlalu menye-menye cinta di sinopsisnya. Akhirnya saya memutuskan membeli tiga komik saja. Memang niatnya 3 saja sih, nahan kalap soalnya. Nyari 3 yang sreg saja sulit.

boneka-badut-2Saya pun melipir juga ke area novel dan buku bacaan. Karena sebelumnya, senior saya sempat mengshare di Facebook buku karya Agatha Christie yang dia temukan di bazar ini. Dan saya juga menemukannya walau dengan judul yang berbeda dengan yang dibeli oleh senior saya tersebut. Jujur, saya belum pernah membaca buku karya Agatha Christie, karena itu saya sangat penasaran. Dan saya bisa menemukannya, dengan harga 20 ribu rupiah.

Novel dan buku bacaan di bazar ini dibandrol dari harga 5 ribu sampai 20 ribu rupiah. Tentu harga yang sangat murah untuk sebuah buku yang tidak mudah dalam menulisnya. Setiap karya itu tidaklah mudah untuk dibuat. Tapi bazar seperti ini mungkin lebih tepat disebut cuci gudang ya. Buku-buku yang tersedia juga bagus-bagus kok. Bazar ini masih sampai tanggal 30 Oktober 2016 lho!  Saran, berkunjunglah untuk menemukan cintamu dan berbahagia.

boneka-badut-1Senangnya lagi saya menemukan buku karya Soe Tjen Marching. Penulis novel Mati, Bertahun yang Lalu yang sempat saya review di blog ini. Novel yang membuat saya “mikir” saat membacanya. Benar-benar suka dengan gaya menulisnya. Novel yang saya temukan berjudul “Kubunuh di Sini”. Mengenai kisah sang penulis yang sedang berjuang melawan kanker ditubuhnya. Buku ini hanya dibandrol 10ribu rupiah dalam bazar ini.

Karena takut kalap alias tidak tahan, saya pun menghentikan buruan ini dan menuju mbak-mbak kasir nan cantik. Di tempat pertama ini saya menghabiskan uang sebanyak 40ribu untuk 5 jilid buku. Wow! Kalau saya sudah punya penghasilan, mungkin saya akan kalap sungguhan dan pulang dengan berpuluh-puluh jilid buku. Mungkin saya bisa mendirikan perpustakan.

Wanita Rembulan sudah gajian, beliau ini seorang tutor di sebuah bimbel di Lenteng Agung. Tentunya tutor matematika ya. Sedari rumah, beliau sudah niat untuk membeli novel “Matahari” karya Tere Liye. Karena itu kami meluncur ke TMBook Store. Kenapa tidak di Gramedia saja?  Karena beliau maunya di sana, dan ada perlu ke tempat lain juga di dalam Detos.

Dari Gramedia Depok ke Detos pun hanya perlu berjalan kaki dan menyebrang dengan jembatan penyebrangan. Lalu masuk ke dalam Detos, meluncur ke lantai 2 dari eskalator dekat A&W setelah tiba di lantai 2, langsung belok kanan dan lurus saja, ketemulah TMBook Store.

Seperti di toko buku lainnya, kami harus menitipkan barang-barang dulu. Di depan sudah terpampang novel “Matahari” dan juga komik yang saya incar. Saya pun langsung mengambil komik Chocolate Magic dan shock dengn harganya. Saya lupa jika mulai 1 Oktober harga komik naik, bukan cuma tiket Commuter Line saja yang naik ya. Jika di Gramedia harga komik sebelum naik adalah 20ribu, sekarang jadi 22.500/komik ukuran standar. Namun di TMBook Store memang sedikit lebih murah yaitu 20.250/komik ukuran standar. Ya mau gimana lagi. Saya suka komiknya dan bervolume, masa tidak dilanjutkan. Mana ini volume 13, Chocolate Magic-Melty Night. Sebenarnya masih ada 1 komik inceran yaitu Ijime, saya lupa subjudulnya apa. Tapi karena tidak mau kalap, saya pun menahan diri untuk membeli komik Ijime.

Setelah berkeliling sebentar, kami pun menuju kasir. Lagi-lagi ke mbak-mbak kasir nan manis. Mbaknya bilang ke saya jika sedang diskon, jadi 18ribu saja. Saya agak kaget dan senang tentunya. Sebelum naik, biasanya harga komik di TMBook Store memang 18ribu. Terharu rasanya karena sedang diskon juga.

Kami pun bahagia setelah menemukan cinta-cinta di dua toko buku yang bersebrangan tempatnya. Pulang dengan lelah dan letih fisik namun hati yang berbunga. Kami pulang dengan kereta kencana. Enggaklah, kami pulang naik Commuter Line stasiun Pondok Cina. Bahagianya bisa naik kereta lagi, kereta yang tadi pagi hampir menghantamku. Saya juga tidak perlu merogoh kocek untuk ongkos kereta, karena saya masih punya e-money dan saldonya masih 20ribu lebih.

Total buku yang dibeli ada 6, yaitu 4 komik dan dua novel. Dengan biaya 58ribu saja. Bahagia itu tidak sederhana, karena kamu harus melewati rintangan menuju ke kebahagiaan itu. Salah satunya rintangan dijalan raya dan rintangan di dalam dompet. Salam sayang dariku untuk kamu, iya kamu, kamu yang sudah baca postingan ini (efek jomblo menahun).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s