Perjalanan Pertama di Hari Kedua Bulan Kesembilan

2 September 2016, kami bertemu di depan koperasi kampus. Aroma binatang mamalia pemakan tumbuhan pun samar-samar tercium. Wajar saja karena sebentar lagi Idul Adha.

Sebulan yang lalu kami juga ke tempat ini untuk membuat hardcover skripsi. Dan sekarang sang Wanita Rembulan dan si Boneka Badut kembali bertemu untuk mengambil skripsi kami masing-masing.

IMG_20160902_122756
Ini skripsiku, mana skripsimu? (dokumen pribadi)

Jarak antara koperasi dan kampus tidak terlalu jauh sehingga kami dapat berjalan kaki untuk mencapai tujuan kami. Di depan gerbang kampus kami pun bertemu dengan Puyo, teman sekelas kami. Sebelumnya kami sudah saling berjanji untuk bertemu di sini. Ibu dari Puyo sedang dirawat di sebuah rumah sakit karena anemia. Puyo sendiri datang ke kampus untuk mendaftar wisuda dan menghardcover skripsinya. Tujuan kami sedikit berbeda. Tapi kami bertiga tidak berpisah.

Di dalam kampus kami melakukan yang harus kami bertiga lakukan. Beberapa jam kemudian, datanglah Lesatri, teman kami bertiga. Dia seorang guru MI yang ada di belakang kampus, usia kami hanya berbeda satu tahun, dia lebih tua tentunya. Kami saling mengungkapkan rasa rindu, namun di dalam hati kami masing-masing.

Diantara kami berempat hanya saya yang belum bekerja apapun. Jadi, sangat sulit bagi saya untuk “jalan” dengan mereka ke suatu tempat di lain hari. Akhirnya kami pun memutuskan untuk ke TM Book Store di Detos, Depok. Kami pun berpencar menjadi dua tim. Saya dan Wanita Rembulan pergi ke sana dengan angkot, sedangkan mereka berdua menggunakan motor milik Lesatri karena Lesatri hendak ke kosnya terlebih dahulu.

Cukup lama saya dan Wanita Rembulan memilih-milih buku di toko buku itu. Mereka berdua tak kunjung datang. Ada apa gerangan?

Hidup tidak sedrama itu. Mereka berdua memang sering tidak tepat waktu.

Wanita Rembulan sibuk mencari buku UN SMP untuk adik laki-laki tercintanya. Saya sibuk mencari buku lain yang menggoda hati. Dan di awal masuk ke toko buku itu saya sudah melihat manga IJIME yang baru terbit di Indonesia. Tangan sangat ingin membelinya, namun hati berkata “Tahan dulu”.

Puyo dan Lesatri pun tiba. Kami berempat mencari buku masing-masing. Tidak masing-masing juga karena kami saling meminta pendapat satu sama lain.

Beberapa bulan lalu saya membeli sebuah buku berjudul Doki Doki Game : Over? karya Ran Orihara. Tapi saya belum beli buku pertamanya yaitu Doki Doki Game : Start. Dan hari itu saya menemukan buku pertama. Tetapi saya juga menemukan buku yang sangat menggoda hati untuk memilikinya. Yaitu Rashomon, karya Akutagawa Ryuunosuke. Tidak berhenti di situ, saya menemukan buku yang direkomendasikan oleh Citra senpai, yaitu buku karya Marie Kondo mengenai teknik rapi-rapi rumah. Buku yang sangat populer di Jepang dan Amerika Serikat. Marie Kondo juga sangatlah populer di berbagai negara.

Namun, saya belum bisa membeli buku Marie Kondo tersebut. Selain karena masukkan dari ketiga teman, uang saya jugalah tidak cukup. “Sampai bertemu bulan depan” ucapku pada buku Marie Kondo.

Buku Rashomon adalah kumpulan cerita karya cerpenis terbaik Jepang, Akutagawa Ryuunosuke (1892-1927). Terdiri dari Rashomon, Di Dalam Belukar, Kappa, Bubur Ubi, Benang Laba-Laba, Si Putih, dan Hidung. Stocknya pun tinggal 3, jadi saya lebih memilih untuk membeli buku ini. Sampai saat ini saya baru selesai membaca Rashomon dan Di Dalam Belukar. Cerpennya sangat menarik dengan gaya penulisan yang “berbeda”, saya sangat suka. Selain itu, sedikit kisah hidup penulis pun diceritakan di beberapa halaman belakang, yang juga tidak kalah menarik dari karyanya.

IMG_20160902_203959
Buku Rashomon (dokumen pribadi)

Berjam-jam ada di toko buku, kami pun memutuskan untuk kembali ke tempat awal kami, yaitu rumah masing-masing. Saat hendak ke parkiran belakang untuk menuju stasiun Pondok Cina, kami bisa melihat dengan jelas cucuran air dari langit yang sangat deras. Hujan!  Hujan turun bersamaan dengan mulai tenggelamnya matahari karena sudah jam lima sore lewat.

Akhirnya kami berempat menuju pintu utama. Saya dan Puyo memutuskan untuk naik angkot saja, sedangkan Wanita Rembulan memilih untuk naik motor dengan Lesatri karena ia hendak naik Trans Jakarta. Lagi-lagi kami dipisahkan satu sama lain.

Perjalanan pertama di hari kedua bulan kesembilan pun berakhir.  Dan saya mendapat kabar di grup WA kelas (kampus, R8F), jika saya akan wisuda pada 14 September 2016 mendatang.

IMG_20160902_110029
Sebelum berangkat ke kampus (dokumen pribadi)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s