Novel Baru tapi Lama

Selamat malam pembaca setia Boneka Badut. Apa kabar? Selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan ya. Maafkan segala kesalahan saya.

Kemana saja sih si Boba ini sampai tidak update blog?  Saya habis pulang kampung. Menengok nenek saya yang sakit tumor di Imogiri dan ke rumah nenek yang satu lagi di Wonogiri. Bisa dibilang sekalian mencari ketenangan setelah lama tidak “tenang”. Hahahhaha…

Saya bukan mau menceritakan perjalanan saya mencari ketenangan karena biarkan diri ini yang menyimpannya sendiri. Di sini saya mau bercerita tentang 2 jilid novel yang saya beli di bulan Juli ini.

Sebelum berangkat pulang kampung, saya dan ibu saya membeli beberapa keperluan di Robinson Pasar Minggu salah satunya handuk. Di lantai 3, kami memilih-milih barang yang harus kami beli. Dan di lantai 3 itu terdapat perlengkapan sekolah. Buku tulis, tas, ATK, buku pelajaran, bahkan novel. Walau tidak di susun secara rapi, saya tetap tertarik untuk menyentuh novel-novel tersebut. Novel baru tapi terbitan lama, makanya harganya sekitar 20-30 ribu per bukunya.

Cukup lama memilih akhirnya ada sebuah novel yang menarik di hati. Novel karya Agnes Arina. Saya kurang tahu nama-nama penulis, dan jika ditanya penulis favorit siapa, saya jawab tidak penting penulisnya siapa yang terpenting tulisannya, jika tulisannya menarik menurut saya, maka saya pasti membacanya.

Warna coklat dengan gambar yang cukup bikin saya bingung itu gambar apa. Tapi setelah dilihat-lihat itu gambar tangan yang memegang setangkai bunga. Bunga apakah itu?

Judul novel ini adalah hibicus. Hibicus adalah nama lain dari bunga sepatu, jadi yang dipegang adalah setangkai bunga sepatu. Dengan 3 kata yang menarik untuk membeli novel ini “samaran, misteri, dan balas dendam”.

IMG_20160630_141027 - Copy

Lalu novel kedua saya beli kemarin, hari Senin, 11 Juli 2016. Buku bercover gambar anak kecil dengan warna latar kuning yang tentunya mencolok sehingga menarik untuk disentuh. Judul novel Delapan Sisi dengan 8 penulis. Masing-masing penulis membuat tulisan dalam novel ini yang terbagi menjadi 8 bab dengan sudut pandang orang yang berbeda menjadi satu novel dan satu cerita yang terhubung dan sangat keren. Cerita sederhana yang terjadi di kehidupan sekitar kita, di poles oleh 8 penulis dan menghasilkan karya yang keren. Sangat bersyukur dipertemukan dengan novel satu ini.

IMG_20160711_153048 - Copy

Walau kedua novel terbitan tahun 2013 namun isinya abadi. Abadi kekerenannya, abadi keciamikkannya, dan abadi manfaatnya bagi pembaca. Ingin tahu lebih jauh seperti apa kedua novel tersebut? Tunggu saya review’an saya di blog ini. Hahahahha…

By the way, beberapa hari yang lalu dosen saya mengirim pesan WA ke saya. Beliau bilang saya tidak boleh berhenti “menulis”. Jadi teringat “Bukan Malaikat” yang tak kunjung saya selesaikan. Semoga segera saya selesaikan, dan saya ingin mulai lagi belajar bahasa Jepang karena rencananya bulan Desember saya akan ikut ujian lagi di level yang tahun lalu tidak lulus. Saya sudah berjanji dengan banyak orang, Nandes sensei, Citra senpai, Gou Sasamori, dan lainnya bahwa saya akan berhasil di bahasa Jepang, saya pasti bisa bahasa Jepang.

Terima kasih untuk semuanya. Tuhan memberkati kita semua.

IMG_20160708_084408

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s