Janji yang Tak Tertepati

Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman mengadakan sebuah perjanjian. Perjanjian yang seharusnya saya tepati namun tidak tertepati karena kejadian di beberapa hari yang lalu. Kejadian yang kalau bisa jangan terjadi di masa-masa genting semester akhir ini.

Perjanjian apakah itu? Jadi beliau ini “memodali” media-media belajar bahasa Jepang yang tidak free dan harganya mahal. Awalnya saya menolak karena takut berhutang budi dan takut tidak bisa menepatinya. Namun, beliau memberikan sebuah perjanjian yang kalau diperhatikan lebih banyak menguntungkan saya dan itu yang membuat saya semakin bertanya-tanya. “Hah? Masa gue semua yang enak?” kata saya dalam hati.

Perjanjiannya begini, saya diberikan fasilitas “materi” yang digunakan ke sebuah app smartphone olehnya. Dan kewajiban saya adalah menjadi study buddy nya dan tidak membagi “materi” itu ke orang lain, jadi kami sering berdiskusi bahasa Jepang via media sosial walau lebih banyak beliau yang mengajari saya. Selain itu, beliau juga bersedia membantu skripsi saya, sebenarnya saya sudah upload skripsi saya, namun tidak saya share ke beliau. Karena saya merasa ini tidaklah imbang, saya lebih banyak menerimanya.

Lalu kenapa tidak tertepati? Tidak tertepati bukan karena saya membocorkan “materi” itu ke orang lain, tidak mungkin saya lakukan itu. Janji adalah harga mutlak.

Tapi kerusakan smartphone juga tidak bisa dihentikan. Bagaimana saya bisa menjadi study buddy beliau? bagaimana saya melakukan kewajiban saya yang telah saya “iyakan”? Dan bagaimana saya menghubungi dospem? Rasanya semuanya sudah berakhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s