Malam Minggu Bersama Kuma-san di Jiyuu Matsuri UNJ 2015

Jiyuu Matsuri adalah festival Jepang yang diadakan oleh UNJ. Pada tahun ini, diadakan tanggal 7-8 November 2015. Ini kali kedua gue menghadiri J-fest di UNJ.

Feny san (Koara san) salah satu panitia di J-fest tersebut, dia bagian dana usaha. Karena dirinya pula gue dan Hasti san (Kuma san) ikut seminar animasi dalam dunia pendidikan. Narasumber seminar tersebut adalah Aryanto Yuniawan, sutradara dari animasi Battle of Surabaya. Wow!  Dengan uang 30 ribu rupiah, bisa ikut seminar yang enggak ecek-ecek.

Kita berdua sedikit telat, akibatnya bangku di ruangan itu sudah hampir penuh. Karena bingung mau duduk di mana, kita ikut sekumpulan cewe-cewe yang duduk di atas gitu tanpa bangku. Lalu mas-mas panitia nyamperin kita semua dan memberitahu kalau ada bangku kosong di beberapa tempat. Dia bolak-balik gitu nyari bangku yang kosong lagi sampai tinggal 4 orang termasuk kita berdua yang belum dapat bangku. Dan akhirnya mas-masnya datang lagi dan bilang kalau ada 1 bangku kosong di baris ke 5 di bagian tengah ruangan. Hasti san nawarin ke gue tapi gue bilang dirinya saja yang duluan. Tidak lama kemudian, ada mbak-mbak panitia yang nyamperin mas-mas tadi dan bilang kalau undangan sudah enggak ada yang datang lagi jadi bangkunya kosong. Akhirnya kami bertiga duduk di bangku undangan, di barisan kedua di bagian tengah. Jadi enggak enak berasa orang penting. Mana tepat di depan gue itu ketua pelaksana Jiyuu Matsuri, dan di samping-samping ketua pelaksana itu dosen-dosen UNJ dan orang-orang penting lainnya.

Di seminar itu, kita ditunjukkin animasi-animasi zaman dulu sampai yang sekarang. Perkembangan animasi disney, Jepang, dan Indonesia. Pokoknya seru deh.

d

Jam 12 siang, seminar selesai. Gue dan Hasti san pun keluar ruangan mau nyari ATM. Tiba-tiba saja Hasti san berteriak, “Eka!”

Gue pun menoleh ke arah dia menyapa dan gue mencari sosok wanita bernama Eka itu. Tapi sosok wanita itu tidak akan muncul karena “Eka” adalah seorang laki-laki berkacamata. Hasti san pun memperkenalkan teman sekelasnya itu (baca: mereka mahasiswa UNJ prodi. TP). Jujur, gue gak apal nama yang Eka san sebutkan, gue ngeh namanya Eka saja baru hari ini setelah memastikan ke Hasti san, soalnya Hasti san kalau ngobrol sama dia cuma manggil “Ka”.

Well, kita bertiga ke ATM terdekat. Setelah itu kita nyari makan di kantin yang mereka sebut “Blok M” karena duit tipis kalau mau cari makan di stand yang ada di J-fest. Karena gue bukan anak UNJ, gue pun bingung. Ternyata blok m itu sebutan dari salah satu kantin yang ada di UNJ. Sampai kantin, mereka berdua pesen bakso lalu Hasti san nanya ke gue “Senpai mau makan apa?”. Karena mereka pesen bakso dan kita bertiga juga mau makan di meja abang-abang bakso, tanpa pikir panjang pun gue bilang samain saja. Namun saat semangkok bakso sampai dihadapan gue, gue baru kepikiran “Kenapa gue gak pesen nasi goreng aja ya?”.

Setelah selesai makan dan jadi “baka” (baca: bodoh), kami kembali ke area j-fest. Di pintu masuk area, tangan kita harus di stempel dengan stempel Jimat (jiyuu matsuri).

stampel sudah luntur pas sampai rumah

Kami berjalan mengikuti arus orang-orang yang datang ke j-fest. Dan menyapa Feny san yang jaga stand di stand games. Dia menawarkan permainan di games itu, salah satunya menjaring ikan dengan jaring kertas. Gue belum pernah main itu jadi gue pikir-pikir dulu. Di dekat stand itu ada stand tanabata dan kami bertiga langsung beli kertas untuk nulis harapan di kertas itu lalu mengikatnya di pohon bambu yang telah disediakan panitia.

Jpeg
kayanya pola kalimatnya salah hahhaha.. dibaliknya ada kata “LULUS 2016”

#baca dengan nada lagu naik naik ke puncak gunung

Jalan-jalan ke jiyuu matsuri

seru seru sekali

jalan-jalan ke jiyuu matsuri

seru seru sekali

kanan kanan kulihat saja

banyak stand jualan

kiri kiri kulihat saja

ada tembok yang tinggi

Benar sekali, ditengah-tengah jalan itu ada kaya kotak besar yang tingginya hampir 2 meter. Jadi standnya itu mengelilingi kotak besar itu dan panggung ada di depan kotak besar itu dengan jarak yang cukup jauh, kan buat penonton yang di depan panggung, jadi unik sih. Dan uniknya lagi, gue, Hasti san, dan Eka san lebih dari 5x muterin kotak itu sampai Hasti san bilang “Kaya naik haji ini”. Setiap muter itu kita keluar dari area dan masuk lagi dari pintu masuk sampai bosen gue ditanyain tangannya sudah di stempel apa belum. Dan kesempatan itu gak disia-siakan sama Eka san, dia minta panitia menstempel pergelangan tangannya biar kaya gelang.

Setelah muterin stand berkali-kali, lihat barang dan makanan yang harganya cukup bikin kantong mahasiswa menjerit, kami bertiga ke stand Feny san. Di saat itulah Eka san memisahkan diri dengan menemui temannya yang lain.

Feny san pun menawarkan kami lagi untuk bermain games. Akhirnya gue pun mau main games nangkep ikan itu begitupula dengan Hasti san. Dengan uang 5 ribu rupiah, kami dapat 3 saringan. Kami berdua pun berusaha dengan gigih untuk menangkap ikan-ikan itu. Dari stand sepi, sampai banyak yang nonton kita keringetan nangkepin ikan. Mana ada bocah samping gue seneng banget liat gue dapat ikannya. Dan ya gue dapat 4 ikan dan Hasti san dapat 1 ekor ikan. Kata Hasti san “Senpai berbakat juga”. Gue juga enggak nyangka bisa dapat 4 ekor ikan, padahal susah banget. Mungkin karena gue gak mau dipermalukan di depan umum dengan enggak dapetin 1 ekor ikan pun #akashimodeon.

Jpeg
gambarnya enggak jelas, susah bgt foto pakai tab dengan 1 tangan

Puas dengan ikan-ikanan. Kami berdua pun ke stand kakigori (baca: es serut Jepang). Harganya 10 ribu seperti biasanya kita diperbolehkan memilih 2 rasa sirup yang berbeda untuk di siram ke es serut tersebut. Sebenarnya gue ada kenangan buruk dengan kakigori, waktu j-fest di Uhamka dimana gue ikut lomba kanji dan enggak menang, gue dan Hasti san juga beli kakigori, gue pilih rasa cola dan teh hijau jepang, dan rasanya absrub banget. Dari pengalaman suram itu pun Hasti san memilih rasa melon dan strawberry, gue juga memilih rasa yang biasa-biasa saja yaitu orange dan bublegum (warna biru). Dan realita memang tidak seenak ekspetasi, rasanya jauh lebih absrub dari yang di Uhamkan, sudah pahit dan berasa kaya obat sirup yang enggak banget rasanya.

Setelah puas dengan kakigori yang seperti racun tikus itu, kami pun berkeliling lagi di acara tersebut. Akhirnya gue beli sesuatu, kayu kaya yang hasti beli di j-fest UI. Harganya 20 ribu, kata bapak-bapaknya sih itu jimat, kalau kata gue sih itu kayu motivasi. Dari sekian kanji, gue pilih kanji “yume”.

yume

Keliling lagi dan keliling lagi sambil cari ikemen. Hasti san pun membeli gantungan tali, kucing yang ada loncengnya di dalam. Dan gue pun beli gantungan kunci yang harganya 5 ribu dan tulisannya ambigu.

PhotoGrid_1447157957857
seme dan uke!

Setelah kaki terasa pegal, kami duduk di tangga yang di tebing kotak itu. Sambil belajar noken tentunya. Walau MC lagi cuap-cuap di atas panggung memanggil dance cover yang masuk final, kami tetap belajar. Tapi konsentrasi Hasti san memudar saat mendengar lagu up and down milik EXID. Dan anehnya juga hampir seluruh pengunjung yang semula terpencar langsung berlari ke depan panggung. Gue penasaran, karena kata Hasti san pv di lagu itu seksi banget cewe-cewenya. Dan kami pun ke depan panggung dan ternyata….

Jpeg
laki semua yang ngdance!!!!

Mereka tampil sangat seksi dan menjiwai sekali. Tapi jujur, ngdancenya keren.

Seperti kata ibu RA. Kartini “Habis gelap terbitlah terang”, yap setelah melihat perform dance cover dari boyband yang mengcover girlband korea, ada seorang cosplayer laki-laki yang bercosplay menjadi Kenshin dan dia mirip banget sama artis jepang yang jadi pemain kenshin di live action. Kami berdua pun minta foto bersama.

PhotoGrid_1449221196436

PhotoGrid_1449221229741

Selang beberapa menit, hujan pun membasahi acara tersebut. Gue dan Hasti meneduh ke gedung dimana tadi seminar, duduk di lorong sambil belajar noken dan ngobrol tentang CN Blue (baca: gue kena virus CN Blue dari Hasti san).

Jpeg
kaki gue

Lalu kami pulang dan gue dianter Hasti san sampai rumah. Padahal dia udah capek banget dan juga ada tugas. Jadi enggak enak gue sama beliau. Semangat Hasti san! Walau kita tidak bertemu Gio senpai (baca: pemeran orang Jepang di teater Enjuku yang ada di posting’an HUT RI-70, Paduan Suara “MERAH PUTIH” Bersama Teater Enjuku), tapi kita ketemu Kenshin senpai!

Keesokan harinya gue enggak datang karena duit sudah tiris~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s