Melipir ke Mankitsu

Enaknya cerita dari mana ya?

Baiklah, seminggu yang lalu sepupu saya dari Wonogiri datang ke Jakarta buat liburan, sebut saja mbak Ika (ada di 3:4). Hari ini sekitar jam 10, kita berdua hendak ke Blok M dengan angkutan umum yang disebut metromini. Saya paling takut naik metromini, mana tadi supirnya kaya masih bocah. Oh doll, sesuai dengan dugaan saya naik metromini bagaikan naik roller coaster, tapi ditengah perjalan saya bisa nikmatin goncangan-goncangan tersebut.

Sesampainya ke sana, kita langsung menuju lantai dasar pusat jualan batu akik. Tapi kita bukan mau beli batu akik, kita mau beli buku bekas. Beberapa hari yang lalu mbak Ika ingin beli buku tentang jahit-menjahit dan model-model baju impor. Ketemu sih, tapi harganya 200 ribu!  Oh doll, mending bagus bukunya, sudah lama dan enggak lengkap. Mending buat beli kamus kanji pikir saya. Akhirnya, mbak Ika mengurungkan niat untuk membeli buku tersebut.

Sembari mencari tangga menuju lantai atas, saya keliling-keliling lagi sama dia. Saya pun beli sebuah novel baru tapi lama dengan harga 25 ribu, gak boleh kurang kata abangnya. Novel ini karya mbak Vinna Kurniawati yang berjudul The Two Rings  : The Chronicle of Enigma (Negeri di Atas Awan). Saya belum baca buku ini jadi belum bisa ng’review. Sedangkan mbak Ika membeli dua novel yang belum sempat saya foto dan hafalkan judulnya (sudah di packing).

IMG_20150810_153022

Tanpa membuang-buang waktu, saya pun melipir ke Mankitsu yang ada di jalan Melawai, satu gedung sama Papaya Mart tapi Mankitsu ada di lt.2. Mankitsu adalah furuhonya (dibaca: toko buku  bekas), buku yang dijual mayoritas buku-buku dari negeri Matahari Terbit tersebut. Toko bukunya sepi saat saya berkunjung, cuma ada saya, mbak Ika, dan mbak kasir yang murah senyum.

10003275_499079960198656_4460910407638073420_n
hotel ini adalah patokan saya kalau mau ke Mantkitsu. Setelah mentok di hotel ini, belok kiri, lalu jalan sedikit lagi dan di sebelah kanan ada Papaya Mart. Masuk ke Papaya Mart di sebelah kanan ada tangga ke lantai 2 dan sampailah kita di Mankitsu. Ada Daiso juga lho, benda perlengkapan macam-macam dengan 1 harga yaitu Rp 25.000-, (dokumen pribadi)

Semua rak buku yang ada di sana saya amati, berusaha untuk membaca judul-judul buku. Tapi ya, saya merasa buta huruf di sana. Akhirnya saya ke bagian buku cerita anak-anak dan membeli dua buku anak-anak yang sepertinya lucu dan bisa dibaca. Harganya juga tidak mahal lho.

Buku pertama : 20rb (Anak Burung Saya)

Buku kedua : 25rb (Shii Chan)

IMG_20150810_192113

Hari ini membahagiakan karena saya punya 3 buku yang “asik”.

Oh iya, ada satu kejadian lagi yang enggak bisa dilewatin, pas pulang dengan metromini ada seorang laki-laki usia 20 tahunan ke atas mengamen. Apa sih yang bikin enggak bisa dilewatin? Dia itu cara ngamennya beda. Dia memang nyanyi, tapi enggak pakai alat musik ataupun instrumen dari tangan. Dia nyanyi dengan koreografi yang menggelegar sampai-sampai penumpang yang duduk di dekat dia langsung pindah tempat duduk. Dia nyanyi ngadep tiang yang dekat sama pintu depan metromini, dia menganggap itu tiang standmic. Mungkin dia merasa nyanyi di atas panggung, sampai-sampai dia harus tampil dengan koreografi yang maksimal, locat, ngelus-ngelus tiang (kaya standmic), sampai merentangan tangan kanannya (tangan kiri megang tiang). Pertunjukkan yang cukup menakutkan buat saya.

Well, setidaknya dia mencari uang tanpa mencuri atau menodong, tapi dengan bernyanyi semampunya dengan koreografi menggelegar. Dan satu hal yang saya acungi jempol “percaya dirinya” luar biasa.

See you ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s