Waria Langganan

“Assalamualaikum emak!”  Kalimat yang setiap hari Sabtu sore terdengar dari depan rumah gue. Ya, waria langganan yang gue enggak tahu siapa namanya. Beliau ini berprofesi sebagai “seniman jalanan”. Anehnya, dia cuma berhenti di depan rumah gue, sedangkan di rumah tetangga sekitar rumah gue enggak.

Ada kejadian di mana beliau datang pas nyokap gue lagi mandi. Kakak gue yang tadinya lagi main handphone di ruang tamu seketika kabur ke kamar . Dan akhirnya gue yang keluar nyamperin waria langganan itu. Yang bikin gue heran, dia selalu nanyain kabar nyokap gue “Emak sehat?” atau “Sehat mak?”, seandainya itu cuma basa basi tapi itu suatu pertanyaan yang membuat kita merasa “oh, ada yang care sama gue nih”. Kita aja belum tentu menanyakan kesehatan teman dekat kita, pacar kita (emang punya?), keluarga kita. Sebuah point kehidupan yang gue pelajari dari waria langganan itu.

Tapi sering terlintas di pikiran gue, “Namanya siapa ya? Tinggalnya di mana ya?” Tapi gue enggak berani nanya. Mungkin bakalan ada yang merasa tersinggung dengan postingan gue ini tapi tanpa mengurangi rasa hormat  kepada para waria, postingan ini hanya curhat’an keseharian hidup gue. Dan juga tanpa mengurangi rasa hormat, gue bukan fag hag.

Gue juga bertanya-tanya kenapa beliau memilih untuk menjadi “seniman jalanan”?  Lalu kenapa menjadi waria?  Tuntutan hidup atau pilihan hidup?  Pertanyaan yang enggak mungkin gue dapatin jawabannya dari beliau.

Iklan

2 Replies to “Waria Langganan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s