3 : 4 (Tiga Banding Empat)

Gundah? Itu artinya …

3 : 4 (tiga banding empat) lebih besar mana nominalnya?  Lebih besar 4 bukan?  Namun bagaimana jika 3 years : 4 days?

1 April 2015 lalu gue pergi ke desa Oro Oro, Manyaran, Wonogiri tempat nenek dari bokap gue tinggal. Selama 4 hari saja gue ke sana untuk merayakan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.

Lalu kenapa “3 years”?  Gue pernah menetap di sana selama tiga tahun. Masa itu gue belum lulus TK Boncel di Jakarta Selatan, masih satu caturwulan lagi tapi karena pindah gue sudah dapat ijazah TK. Jadi gue mulai melanjutkan SD di desa Gunungan (dekat dengan desa Oro Oro) melewati desa Mantren yang berada di atas desa nenek gue. Sedangkan Gunungan lebih atas lagi.

Di sana adalah tempat terindah yang pernah ada bagi gue. Setiap gue ke sana, ada perasaan yang bergejolak di dalam jiwa gue. Emosi yang tak tertahankan sampai-sampai gue harus menyibukkan diri untuk segera menutup kenangan setelah pulang kampung.

Dari gue tinggal di sana, nenek gue sudah tinggal di rumahnya sendiri karena memang kakek gue sudah meninggal dari sebelum gue lahir. Namun, budhe gue tinggal tepat di depan rumah nenek gue.

Selain karena masih dikelilingi hutan dan bukit, tempat itu juga ada sumur yang sangat besar disebut sumur kidul karena ada di kidul. Sayang selama 4 hari ini gue gak sempet ke sana bahkan ke ngalas pun tidak.

Gue belum puas ke sana. Walaupun sudah sering ke pulang kampung. Banyak kenangan yang buat gue benar-benar melepas handphone, internet, TV, dan yang lainnya. Di mana gue bisa menyatu dengan alam.

Sayang, sekarang gue kembali ke dunia “nyata” di mana penuh dengan problem. Bahkan gue galau sama bahasa Jepang gue. Arg!~

IMG_20150403_081625
Jalan Mantren menuju jalan raya, bukit yang indah mengelilingi desa. Kakak sepupu berbaju biru.
IMG_20150404_053925
Rumah nenek yang bergaya joglo. Rumah paling nyaman.
IMG_20150404_054101
Sisi kiri rumah budhe. Batu dan pohon jati. Terdapat rumah joglo milik mbah Ngadiyem yang merupakan saudara gue.
IMG_20150404_054346
Damen (batang pohon padi) di sebelah kandang sapi.
IMG_20150404_070504
Nenek-nenek penjual tembakau, dan bahan lainnya untuk “nyuruh”/”nginang”. Tempat di pasar Manyaran.
IMG_20150404_074926
Kondisi dalam bus pulang dari pasar. Bus lebih kecil dari kopaja namun lebih bersih dan terawat dari kopaja di Jakarta.
IMG_20150404_124748
Mbah Gunem, nenek gue yang umurnya 90an tahun. Masih sehar, suka bersih-bersih kebon tetangga yang rumahnya sudah tidak dihuni. Beliau suka membeli bandeng sendiri di tukang sayur keliling. Hobinya juga minum susu dan menonton film luar negeri di TV budhe.
IMG_20150404_124853
Sumur mbah Gunem yang ada di belakang rumah. Batu semau di belakang rumah seperti di sebelah rumah budhe.
IMG_20150404_125624
Sebelah kiri rumah budhe, sebelah kanan kandang sapi, tengah mobil tetangga yang numpang parkir.
IMG_20150404_125634
Langit yang cerah untuk jiwa yang sepi.
IMG_20150404_203514
Altar gereja Manyaran.

… kembalilah ke tempat kau merasa damai.

Iklan

2 Replies to “3 : 4 (Tiga Banding Empat)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s