Pengalaman Belajar Bahasa Jepang

“Pelajarilah hal-hal yang menurutmu itu sulit karena . . .

Mempelajari bahasa asing itu pasti ada manfaatnya karena kita berkomunikasi dengan “bahasa”. Saya sedang mempelajari bahasa Jepang karena saya suka anime dan manga serta musik dan dramanya. Tapi sekarang-sekarang saya lagi ingin mencoba belajar bahasa Korea bukan karena saya suka drama Korea ya tapi saya rasa perlu untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing.

Kembali lagi ke bahasa Jepang, saya mulai serius belajar bahasa Jepang itu kelas X. Saat itu di sekolah saya ada penambahan pelajaran setiap hari Sabtu (yang seharusnya libur) yang dikenal dengan sebutan LPPK dan salah satu pelajarannya adalah bahasa Jepang. LPPK itu wajib diikuti oleh semua murid di sekolah saya dulu. Kelas saya diajari oleh Eka sensei. Beliau ini lulusan S1 Sastra Jepang di Universitas swasta di Jakarta yang dekat dengan sekolah saya. Walaupun basicnya bahasa Jepang, Eka sensei bekerja dengan orang Korea.

Selain Eka sensei ada pula Dwi sensei yang merupakan pencetus klub bahasa Jepang di sekolah kami bersama-sama dengan Abi senpai yang merupakan kekasihnya. Dwi sensei dan Abi senpai dari Universitas yang sama dengan Eka sensei. Mereka membentuk klub bahasa Jepang dan mengajar tanpa imbalan apapun. Sekolah pun tidak memberikan imbalan apapun karena klub ini bukanlah ekstra kurikuler.

Awal mula klub ini dibentuk, saya belum bergabung di dalamnya karena kurangnya informasi. Sekitar beberapa bulan berjalannya klub tersebut saya pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam klub. Awalnya banyak yang ikut klub itu namun seriring berjalannya waktu tersisalah 5 orang termasuk saya.

Drill adalah salah satu metode yang digunakan dalam klub itu. Hampir setiap hari setelah belajar ada tes terutama untuk kanji. 10 – 100 soal per pertemuan. Mungkin itu yang membuat banyak yang gugur karena tidak mau mengerjakan tes itu. Selain belajar bahasa dan huruf kami juga diberitahu tentang budaya Jepang, bahkan berlatih role play. Kami juga diajari shodou dan menonton drama bersama-sama. Selain itu kami juga sering makan bersama-sama di kelas. Dan ilmu lain yang diajarkan kepada kami adalah kejujuran dan disiplin. Saat tes kami benar-benar duduk memencar sehingga tidak mungkin untuk mencontek. Namun saat belajar kami saling membantu.

Bagi teman-teman yang baru belajar bahasa Jepang yang pertama kalian pelajari tentu ucapan salam dan perkenalan diri. Lalu belajar huruf hiragana dan katakana sambil menambah kosakata bahasa Jepang kalian. Sebelum menguasai hiragana dan katakana kalian belum bisa dibilang bisa bahasa Jepang. Jika sudah menguasai hiragana dan katakana (minimal sudah hafal) kalian harus mempelajari tata bahasa serta huruf kanji.

Kanji itu susah? IYA, kalau mudah untuk apa dipelajari. Sering membaca buku bahasa Jepang. Berlatih menulis huruf Jepang dan buatlah kalimat-kalimat dengan bahasa Jepang. Jangan pernah memakai romaji, kata sensei saya itu pembodohan.

Jujur saja, saya menguasai katakana itu membutuhkan waktu satu tahun. Saat saya belajar tata bahasa dan kanji, saya masih belum menguasai katakana. Masih sering lupa dan sulit membacanya. Namun saya terus berlatih dan tidak mau hal itu menjadi kelemahan yang abadi bagi saya.

Apakah semulus itu perjalanan saya belajar bahasa Jepang? Tentu tidak. Kurang lebih saat kami keas XI semester dua Dwi sensei dan Abi senpai sudah tidak mengajar kami lagi dan klub yang bernama Baka Danger pun diserahkan kepada kami sepenuhnya. Selain belajar sendiri, kami harus mengajar bahasa Jepang ke adik kelas kami. Bukan hal yang mudah terutama karena kami belum mempunyai jabatan sebagai guru atau pun punya sertifikat resmi mengenai kemampuan bahasa Jepang. Namun, Baka Danger tetap berjalan sampai saat ini.

Saya sangat bersyukur memiliki rekan-rekan yang juga peduli dengan Baka Danger. Mereka juga berkontribusi dalam pembelajaran di Baka Danger. Mereka mengajar, membuat soal, membuat games, dan juga memberi informasi kepada anggota di Baka Danger mengenai lomba-lomba bahasa Jepang.

Saya pribadi selalu memutar otak untuk terus melangsungkan kegiatan pembelajaran di Baka Danger. Walaupun saya sekarang kuliah di jurusan Pendidikan Matematika, saya tetap belajar bahasa Jepang. Selain untuk menunjang pendidikan yang ada di Baka Danger juga untuk saya sendiri. Sampai-sampai saya membuat sebuah list materi per pertemuan untuk diajarkan di Baka Danger untuk mempermudah para mengajar dan agar lebih terorganisir. Selain itu saya juga berpikir untuk membuat blog khusus Baka Danger untuk kalayak umum. Dan hal itu disambut baik oleh rekan-rekan. Tujuan blog itu selain menunjukkan keberadaan Baka Danger juga untuk kalayak umum yang mau belajar bahasa Jepang secara online.

Apakah “badai” sudah berakhir? Belum. Masih banyak hal yang harus dan terus diperbaiki. Selain karena susahnya mencari jadwal yang cocok untuk pengajar, susahnya meningkatkan motivasi anggota Baka Danger untuk “melangkah”.  Kebanyakan dari mereka tidak berani untuk ikut lomba bahasa Jepang seperti Kana Contest, Kanji Contes, Cerdas Cermat, Role Play, Story Telling, Pidato, dan yang lainnya. Alasan mereka “belum bisa” atau “sudah pasti enggak menang”. Sangat disayangkan mereka berpikir seperti itu. Tujuan ikut lomba maupun ujian kemampuan bahasa Jepang adalah untuk mencari pengalaman dan mengukur kemampuan diri sendiri. Jika belum berani mencoba ikut, sampai kapan pun tidak akan berani. Jika hari ikut maka kelak jika ada lomba atau ujian sudah tahu bentuknya seperti apa.

Lain kasus lagi, mereka berpikir materi “A” sulit lalu menyerah. Itu bukan belajar namanya jika menyerah. Belajar itu membuat perubahan menjadi lebih baik dan menjadi tahu yang sebelumnya tidak tahu. Saya pribadi jika melihat teman saya bisa materi “A” dan saya belum bisa, tangan saya rasanya gatal ingin belajar materi “A” yang saya belum bisa itu.

Tidak jarang saya memarahi mereka karena jiwa pesimis mereka. Sepintar atau secerdas apapun seseorang jika jiwanya pesimis maka dia tidak akan menjadi apa-apa. Menang kalah itu nomor dua, yang paling penting adalah pengalaman baru. Kita hidup itu belajar dan berkembang. Saya juga begitu sampai sekarang.

Sangking putus asanya saya sempat berpikir untuk membubarkan Baka Danger karena saya tahu waktu saya untuk Baka Danger semakin sedikit dan juga harus fokus di bidang saya yang sekarang. Selain itu rekan-rekan juga sudah sibuk dibidangnya masing-masing dan saya sadar mereka punya kehidupan yang harus mereka perjuangakan. Untuk apa memperjuangkan orang-orang yang tidak mau diperjuangkan bahkan yang tidak memperjuangkan hidup mereka sendiri?  Namun, keputus asaan saya selalu tenggelam dengan rasa lain dalam diri saya untuk memberikan wadah kepada anak-anak yang sungguh-sungguh ingin belajar bahasa Jepang tapi tidak memiliki biaya untuk les ataupun privat.

Lagi-lagi memutar otak dan berencana untuk mengadakan musyawarah besar untuk seluruh anggota Baka Danger. Tujuannya untuk memastikan adanya sumber pengajar yang bersedia meluangkan sebagian waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengajar di Baka Danger. Tujuan kedua untuk mensosialisasi dan merevisi materi yang akan diajarkan di Baka Danger. Tujuan ketiga untuk merapikan sistem yang ada di Baka Danger dan yang lainnya. Hal ini belum terwujud.

Saya pribadi tidak pernah main-main dalam mengurusi Baka Danger. Bisa saja saya membuatkan proposal pengajuan ekstra kurikuler untuk Baka Danger agar sekolah yang mengurusi mereka dan saya bisa bebas. Tetapi hati saya menolak pemikiran itu. Baka Danger dibentuk dengan keringat dan air mata generasi 1 serta sensei dan senpai yang mengajar kami. Sudah tanggung jawab kami untuk mengurus Baka Danger.

Hal yang membahagiakan bagi saya bukan saat saya menjadi juara lomba atau lulus ujian kemampuan bahasa Jepang. Saya bahagia saat melihat anggota Baka Danger menjadi juara lomba atau lulus ujian kemampuan bahasa Jepang. Dan yang paling membahagiakan adalah kalian berani untuk mencoba dan melangkah, tidak peduli menang atau kalah, berhasil atau gagal.

Terus tanamkan jiwa ganbaru di dalam hati kita masing-masing terlepas setelah lulus nanti kalian mengambil bidang yang lain karena bahasa tidak pernah mati.

Blog : bakadangergakuen.wordpress.com

Twitter : @bakadenjyaa

1426953478922

jika mudah untuk apa kau pelajari.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s