Berburu Buku “Lama” di Blok M

“Sebagian orang lebih memilih untuk membeli buku baru di toko-toko buku ternama dibandingkan berburu buku-buku bekas…”

Saya mau share pengalaman saya kemarin 3 Januari 2015 berburu buku-buku bekas di Blok M, Jakarta.

Kata orang “liburan akhir tahun” yang bagi saya hanya mitos belaka karena diliburan menjelang UAS ini banyak tugas yang harus dikumpulkan besok. Ya, besok tanggal 5 Januari, hari pertama UAS. Kalau ada yang nanya “UAS kok masih ada tugas?”  saya cuma bisa jawab “WELCOME TO U***R*A”.

Tentu sebagai anak muda (?) saya menyempatkan diri buat menikmati liburan ini dengan cara yang tak biasa.

“Lho? Gak biasa?  Kayanya hidup lu biasa-biasa aja”

Cuma 2 dari 10 perempuan muda yang liburan ke toko buku bekas!   Dan itulah saya dan teman saya yang umurnya dua tahun lebih muda. Sebenarnya baru dua kali saya berburu buku bekas di blok M dan tentunya enggak pernah ke sana sendirian.

Pertama kali saya berburu buku bekas itu sama temen yang namanya Haje (perempuan, satu tahun lebih muda).

“Kok temen lu lebih muda dari lu terus Noi?”

Saya ceritain dulu sekilas tentang Haje ini, dia dua semester di bawah saya dengan program studi yang berbeda pula, tapi satu fakultas yaitu F,TMIPA (mana suaranya anak F,TMIPA?). Dia anak pendidikan biologi dan dia sangat mencintai flora dan tentunya bahasa Jepang juga.

Lanjut ke buku bekas, saat berburu sama Haje itu saya cuma beli satu buku bekas yang harganya cuma ceban coy!  Iya, ceban atau bahasa resminya sepuluh ribu rupiah atau dalam angka ditulis Rp 10.000,00. Judul bukunya “Jyakusha No Senryaku” atau “Marketing Startegy”. Awalnya saat ngubek-ngubek buku bekas cebanan di sebuah lapak, saya tertarik buku itu karena covernya yang tebal dan penulisnya juga orang Jepang. Buku itu masih dibungkus plastik (jarang-jarang used book masih dibungkus plastik) sehingga saya hanya bisa lihat kualitas kertasnya dari pinggir. Setelah berpikir sejenak, saya pun membeli buku itu dan ternyata buku itu tentang seorang pengusaha yang merintis usahanya dari nol. Bagus banget, jadi inspirasi kita untuk sukses dan sukses itu didapatkan dengan kerja keras.

cover jyakusha no senryaku – katsumi kayano
IMG_20150104_112934
isinya

Warna kecoklatan kertas dan aroma kertas tuanya itu lho yang bikin hati bergetar membacanya~

Lanjut ke perjalanan kedua saya saat berburu buku bekas.

Kali ini saya ditemenin Feny. Dia beda kampus sama saya, dia anak UNJ pendidikan Bahasa Jepang. Dia kouhai saya di @bakadenjyaa.

3 Januari 2015, saya dan Feny ke blok M untuk mencari kamus bahasa Jepang-Indonesia karya Kenji Matsuura. Ada sih tapi di rumah si penjual dan dia bilang besok baru bisa diambil di Blok M (oh My God tugas metode penelitian saya belum kelar woy!). Akhirnya kita berburu buku lain.

Tapi sebelum berburu ke lantai dasar, pas awal kita sampai blok M itu saya dan Feny langsung ke lt.7.

“Ngapain lu Noi ke lt.7?  Mau bunuh diri?”

Please deh Jeng, masih zaman bunuh diri?!

Saya ke lt.7 ke masjidnya (ambigu). Saya non-muslim tapi teman saya itukan muslim dan taat pada ajarannya. Jadi dia mau shalat dzuhur dan ashar di masjid tersebut.

IMG_20150103_140822
Feny (yg lagi benerin mukena)

Habis selesai shalat, kami pun ke lt.5 nyari makan di salah satu restoran cepat saji. Ngantrinya ya ampun, lebih lama ngantrinya dari pada makannya.

Setelah itu kita ke lantai dasar untuk berburu dan Feny beli dua buku, satu buku Jepang tentang wisata ke Bali dengan harga Rp 10.000,00 dan satu lagi Kamus Kanji terbitan evergreen (ori) dengan harga Rp 60.000,00.

“Terus lu beli apa? Sebuah buku bekas yang harganya ceban lagi?”

IYA!  Tentu saya beli buku bekas yang harganya Rp 10.000,00. Dan saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan buku itu. Walaupun buluk tapi “sesuatu”. Ini buku kumpulan puisi Jepang karya Kitahara Hakushuu. Jujur, saya tidak tahu jika buku itu kumpulan puisi dan juga tidak tahu nama pengarangnya. Sesampainya di rumah langsung buka kamus Jepang elektronik.

hiroaki

IMG_20150104_113140

Lalu gw beli buku lagi dengan harga Rp 30.000,00

“Hah?!  Buku bekas tiga puluh ribu?!”

Jeng, ini bukan buku bekas. Ini buku baru masih terbungkus rapi dan gregetnya lagi ini asli, bukan bajakan hanya sudah tidak ada di toko buku saja. Judulnya “Mawar Jepang” karya Rei Kimura, kisah pilot Kamikaze perempuan yang dibungkam dalam sejarah.

IMG_20150104_113300
cover depan
IMG_20150104_113338
isi buku
IMG_20150104_113311
cover belakang

Dan buku penutup yang saya beli adalah buku ini dengan harga Rp 20.000,00!

IMG_20150104_113206
cover depan
IMG_20150104_113237
isi buku

Saya belum tau ini buku tentang apa dan pengarangnya siapa karena belum ngcek kanjinya. Kayanya itu tentang keuangan gitu.

Saya beli buku bertuliskan huruf Jepang untuk belajar dan motivasi. Kebetulan banget nemu buku-buku ini di blok M dengan harga miring.

Sebenarnya sih yang utama yang bikin saya “naksir” buku bekas bukan karena harganya yang miring tapi karena saya suka buku teurtama buku tua. Saya tidak tertarik dengan buku best seller atau buku baru yang digandrungin anak-anak muda zaman sekarang. Saya tertarik sama buku yang saya “taksir”, simple kan. Dan serunya lagi ada sebuah buku-buku tua yang enggak main-main ya, tapi zaman 1945’an, makin bergetar hati saya~!

Di sana juga ada buku-buku zaman sekarang, pelajaran maupun novel, bajakan maupun yang ori (saya saranin tetep beli yang ori ya!).

Jadi bagi kalian yang ngakunya “kutu buku” atau ngakunya suka nulis di wattpad.com (promosi) atau di mana pun, kamu wajib menjelajahi blok M lantai dasar. Kalau kamu cermat dan gak lenje karena pegel muter-muter, kamu pasti dapatin karya yang “keren”.

“…karena mereka berpikir buku bekas itu tidak bagus. Namun bagiku bekas maupun baru, menarik tidaknya bagi orang lain, jika aku suka dengan buku itu tetap akan kubeli.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s